Langsung ke konten utama

Trip to Lombok part 2

Lanjutan cerita dari bulan september 2015 ya...

Udah lama banget, tapi saya perlu tuliskan disini untuk review kedepan kelak... Memories

Jadi, kita menginap di Hotel Sheraton Lombok... Tepatnya di pinggir pantai Senggigi


Kami menginap di Lantai 2 tepatnya, jadi dari balkon hotel kami bisa melihat langsung pemandangan diluar sana sembari mendengar lantunan debur ombak pantai senggigi. Agak horor sebenarnya untuk menginap di pinggir pantai persis kayak gini. Tapi Alhamdulillah, kamar kami lumayan jauh lah dari bibir pantai masih sekitar 100-200 meteran lah... Jadi aman, cuman kadang kalau pas malam denger deburan ombak kok rasanya gimana gitu ya... hihihi.. pikirannya udah terbayang tsunami aja... wkwkwk..

Overall, Hotel Sheraton Senggigi ini sangat recommended untuk persinggahan wisata dengan membawa 2 bocah balita yang lagi super aktif. Mereka menyediakan playground spesial untuk bocah bermain yang lengkap. Ayunan, perosotan, dan ada 1 tempat khusus yang menyediakan kegiatan untuk anak-anak kayak lego, mainan mobil-mobilan, sepeda-sepedaan, buku gambar, alat tulis... lumayanlah buat kegiatan Zufar Althaf ketika sang ayah training... Emaknya ngga terlalu terkuras energinya... hihihi...

Jadi agenda kita setiap harinya dalam 5 hari disana ketika ayah training adalah bermain di playground, bermain pasir di pantai (nah mereka juga menyediakan mainan pasir untuk anak lho... ) setelah itu, baru kita kembali ke kamar hotel, bobo siang... Lumayan mengurangi kebosanan mereka... karena saya bukan tipe emak-emak yang sukanya menyediakan mereka smartphone untuk mengurangi kejenuhan... hihihi emak-emak pelit banget ya... masih mendingan melerai mereka berebut mainan daripada membiarkan mereka asik sendiri-sendiri dengan bermain smartphone. 




Ini penampakan pemandangan keluar balkon kamar hotel kami, jalan itu akan mengantarkan kami ke pantai Senggigi. Hotel Sheraton ini punya private beach sendiri lho, jadi kami bisa bebas bermain di pantai atau sekedar selonjoran memandangi dan menikmati hamparan pemandangan biru laut jernih pantai Senggigi. 

Nah, untuk breakfast pastinya kita breakfast di hotel ya... bocah-bocah di ambilkan menu ayam, ikan atau telor ceplok. menu andalan untuk breakfast. Untuk menu makanannya enak, cocok sama lidah jowo nya kami berempat. 
Makan siangnya, nungguin ayah break untuk lunch terus kita keluar deh... atau ayah yang keluar hotel untuk mencari makanan bungkus diluar hotel... yang jelas, untuk makanan gampang lah cari di sekitaran hotel. Menu makanan rumahan kayak warteg gitu... Dan murah meriah pastinya. Lumayan untuk mengisi perut kami yang keroncongan. Padal ayah disediakan lunch juga dari EO nya.. hihihi... makasih yah :*

Untuk menu makan sore / malam... ada makanan andalan kami yaitu sate khas lombok sama beberek. mantep banget. Cuman bocah-bocah engga bisa ikut nyicipin karena bumbunya pedas. Di dekat pantai Senggigi ini, ada pasar kesenian yang menjual berbagai aneka kerajinan Lombok. Mutiara, kaos, cinderamata khas lombok. Cuman harganya pasti lebih mahal daripada kalau kita beli di pasar nya. Ah, jadi kangen sate + bebereknya euyy... mantap bener rasanya. 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekolah di masa Pandemi COVID 19

 Yeah, pandemi covid19 ini terdeteksi masuk ke Indonesia di bulan Maret 2020. Dan sekarang sudah lebih dari setahun, hampir 2 tahun ya anak-anak diliburkan sekolah tatap muka (offline). Alhamdulillah mereka masih enjoy belajar di rumah dengan emaknya. Meskipun terkadang tetep aja ada drama ketika belajar terutama belajar matematika. hihihihi... Tapi Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, kamipun semakin enjoy menjalaninya. Emaknya pun bertambah pinter juga karena mau ngga mau harus ikut belajar materi mereka untuk bisa menjelaskan materi yang mereka pelajari. Pembelajaran yang tiada henti... wkwkwk But, I do enjoy it. Kepuasan dan kebahagiaan tersendiri ketika kita menjelaskan kepada mereka dan mereka sangat antusias untuk berdiskusi atau mengerjakan tugas yang kita berikan kepada mereka. Pembelajaran online di sekolah Zufar dan Althaf (sekolah Global Islamic Labschool) menggunakan media aplikasi zoom dan media pembelajaran via website kerjasama. Untuk waktu sekolah online nya pu...

ketika anak tidak mau sekolah... kenapa ya ?

yeyy... duo jagoan akhirnya sekolah juga di tahun ini. Jadi Zufar masuk di SD kelas 1 dan Althaf masuk di TK B. Ngga berasa banget ternyata ya, kayaknya baru kemaren zufar mogok ngga masuk sekolah deh. ehhh sekarang edisi adeknya yang ngga mau sekolah. whuaaaa... duo anak yang serupa tapi tak sama... hihihi... Duo bocah ini, mogok sekolahnya juga di timing yang berbeda sih. Kalau pas Zufar nih, mogoknya justru menginjak bulan kedua di sekolahan. Pas awal sekolah malah justru lebih semangat banget berangkatnya dan di sekolahnya.... lucu banget. eh tetiba di te

happy mother day...

tanggal 22 desember... bulan yang sama dan angka dua yang sama dengan tanggal lahir jadi berasa ke GR an... wkwkwk... Happy mother day, BUE... yeah, saya biasa manggil ibu saya dengan sebutan bue... njowoni banget ya... Bue ini adalah sosok yang mandiri, berpendirian kuat, dan up to date... Sebagai seorang ibu, saya baru merasakan bagaimana yang bue rasakan dulu ketika mengasuh dan merawat dua bocah selisih setahun beda gender... saya dan kakak laki2 saya yang hanya terpaut setahun... lahir di bulan yang sama, di bulan terakhir Dan, sekarang saya merasakannya... cuman yang ini gendernya sama dengan selisih usia 14 bulan... BETI (beda tipis) lah ya.. SUPER DUPER... Kebetulan bue adalah seorang guru SD, jadi dari pagi sampe siang bue mengajar, dan saya + mas saya dirumah sama mbah ... kadang sama bulik dari temanggung...  sengaja import dari temanggung ketika mbah harus mudik temanggung...  bapak sendiri yang seorang TNI, super sibuk juga karena banyak kegiatan d...